Usai Reses, DPR dan Kemenag Bahas Besaran BPIH

Kementerian Agama (Kemenag) dan DPR sudah mengagendakan rapat untuk menentukan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1432 H, namun hal itu baru dapat dilakukan usai anggota dewan reses.

“Kita sudah mengagendakan itu. Tapi baru dapat diselenggarakan usai anggota reses,” kata Direktur Pengelolaan Dana Haji, Ahmad Djunaidi di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya diberitakan bahwa hingga saat ini besaran ongkos haji (ONH) atau BPIH belum juga dapat diketahui, sementara publik dan calon jemaah haji masih menunggu besaran biaya haji.

Ia mengakui publik masih menunggu berapa ongkos haji yang harus diselesaikan atau disetorkan kepada bank yang telah ditunjuk.

BPIH, lanjut dia, prosedur menentukannya harus melalui rapat dengan anggota dewan, yaitu Komisi VIII DPR RI. Diharapkan pada Mei mendatang sudah dapat dibahas.

Besaran BPIH tak melulu mengikuti hukum ekonomi, yaitu makin baik pelayanan haji ongkos naik. Hal ini tak berlaku. Pada tahun lalu, pondokan makin dekat tal diikuti dengan kenaikan ongkos haji.

Untuk musim haji 2012, ongkos haji bisa saja naik terkait krisis Libia yang hinggga kini belum berakhir. Krisis di negara pengeksport minyak itu berdampak pada kenaikkan harga minyak dunia, katanya.

Khusus untuk persoalan transportasi yang kemungkinan naik sebagai dampak naiknya minyak dunia, ia mengatakan, pihak Kemenag akan membahasnya bersama Kementerian Perhubungan.

Pada Rabu siang ini, Dirjen Penyelenggaraan Haji (PHU) Slamet Riyanto dan Dirjen Kemenag Bahrul Hayat akan membicarakan hal ini di Kementerian Perhubungan dengan pejabat terkait.

Apakah BPIH akan naik atau tidak, sepenuhnya tergantung pada rapat Mei mendatang. Keputusan BPIH ditetapkan melalui Keppres setelah mendapat persetujuan dewan, ia menjelaskan.

Sumber : http://www.kemenag.go.id

This entry was posted in Al Hajj and tagged , , , , . Bookmark the permalink.